KUMA Tawaang Members Harvest Rice Together and Harvest Carp

Wuwuk, 5 Oktober 2026 — Anggota KUMA Tawaang melakukan panen padi secara gotong royong untuk membantu Masri Rondonuwu pada Senin (5/10/2026). Pada hari yang sama, anggota KUMA Tawaang juga memanen sebagian ikan mas yang dipelihara bersama sebagai bagian dari usaha pangan komunitas.

Padi yang dipanen merupakan milik Masri Rondonuwu. Anggota KUMA Tawaang datang membantu proses panen sebagai bentuk gotong royong antaranggota. Kerja bersama seperti ini menjadi salah satu cara anggota saling membantu dalam pekerjaan pertanian di kampung.

Setelah panen padi, anggota KUMA Tawaang juga memanen sebagian ikan mas milik KUMA Tawaang. Sebagian ikan dimasak dan dimakan bersama, sementara sebagian lainnya dijual.

Tidak semua ikan dipanen. Sebagian ikan mas tetap dipelihara dan direncanakan akan dipanen pada Desember 2026, bertepatan dengan musim menanam padi.

Dengan pola tersebut, pemeliharaan ikan tidak hanya menyediakan pangan untuk dikonsumsi bersama, tetapi juga menghasilkan pendapatan dari ikan yang dijual. Ikan yang belum dipanen dibiarkan tumbuh untuk panen berikutnya.

Kalfein Wuisan menyebut kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya Strengthening Indigenous Peoples Economy, atau memperkuat ekonomi Masyarakat Adat demi kehidupan yang bahagia dan sejahtera di kampung.

“Kedaulatan pangan hanya bisa terwujud kalau kita berdaulat di wilayah adat kita.”

Bagi KUMA Tawaang, penguatan ekonomi Masyarakat Adat tidak hanya berkaitan dengan pendapatan. Kemampuan menghasilkan pangan sendiri dan saling membantu dalam pekerjaan pertanian merupakan bagian penting dari kehidupan di kampung.

Panen padi Masri secara gotong royong memperlihatkan bagaimana anggota berbagi tenaga untuk membantu satu sama lain. Sementara itu, pemeliharaan ikan mas menjadi usaha bersama yang hasilnya digunakan untuk pangan sekaligus menambah pemasukan.

Rencana panen ikan berikutnya pada Desember juga mengikuti siklus pertanian. Ketika anggota kembali memasuki musim menanam padi, ikan yang masih dipelihara akan dipanen untuk kebutuhan bersama maupun dijual.

Melalui kegiatan ini, KUMA Tawaang menghubungkan gotong royong, produksi pangan, dan usaha ekonomi dalam kehidupan sehari-hari di kampung. Penguatan ekonomi dibangun melalui kemampuan anggota menghasilkan pangan, bekerja bersama, serta mengelola sumber daya yang ada di wilayah adat.

Wuwuk, October 5, 2026 — Members of KUMA Tawaang worked together on Monday, October 5, to help Masri Rondonuwu harvest his rice. On the same day, members also harvested some of the carp collectively raised by KUMA Tawaang as part of its community food and livelihood activities.

The rice belongs to Masri Rondonuwu. KUMA Tawaang members joined the harvest as a form of collective work and mutual support among members in the village.

After the rice harvest, members also harvested some of the carp raised by KUMA Tawaang. Some of the fish were cooked and eaten together, while another portion was sold.

Not all of the carp were harvested. Some remain in the pond and will continue to be raised until the next harvest, planned for December 2026 during the rice-planting season.

This means that the carp provide food for members to share while also generating income from the portion that is sold. The fish that remain will continue growing until the next harvest.

Kalfein Wuisan described the activity as part of Strengthening Indigenous Peoples’ Economy to support happy and prosperous lives in the village.

“Food sovereignty can only be achieved when we have sovereignty over our Indigenous territories.”

For KUMA Tawaang, strengthening the Indigenous economy is not only about income. The ability to produce food locally and support one another in agricultural work is an important part of life in the village.

The collective harvest in Masri’s rice field shows how members share their labour to support one another. At the same time, collectively raised carp provide both food and additional income.

The next fish harvest in December is also connected to the agricultural cycle. When members enter the next rice-planting season, the remaining carp will be harvested for shared consumption or sale.

Through these activities, KUMA Tawaang brings together collective work, food production, and community-based economic activity. Strengthening the Indigenous economy means building the ability to produce food, work together, and manage resources within Indigenous territory.

KUMA Tawaang Panen Padi Secara Gotong Royong dan Panen Ikan Mas

KUMA Tawaang Members Harvest Rice Together and Harvest Carp

Wuwuk, 5 Oktober 2026 — Anggota KUMA Tawaang melakukan panen padi secara gotong royong untuk membantu Masri Rondonuwu pada Senin (5/10/2026). Pada hari yang sama, anggota KUMA Tawaang juga memanen sebagian ikan mas yang dipelihara bersama sebagai bagian dari usaha pangan komunitas.

Padi yang dipanen merupakan milik Masri Rondonuwu. Anggota KUMA Tawaang datang membantu proses panen sebagai bentuk gotong royong antaranggota. Kerja bersama seperti ini menjadi salah satu cara anggota saling membantu dalam pekerjaan pertanian di kampung.

Setelah panen padi, anggota KUMA Tawaang juga memanen sebagian ikan mas milik KUMA Tawaang. Sebagian ikan dimasak dan dimakan bersama, sementara sebagian lainnya dijual.

Tidak semua ikan dipanen. Sebagian ikan mas tetap dipelihara dan direncanakan akan dipanen pada Desember 2026, bertepatan dengan musim menanam padi.

Dengan pola tersebut, pemeliharaan ikan tidak hanya menyediakan pangan untuk dikonsumsi bersama, tetapi juga menghasilkan pendapatan dari ikan yang dijual. Ikan yang belum dipanen dibiarkan tumbuh untuk panen berikutnya.

Kalfein Wuisan menyebut kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya Strengthening Indigenous Peoples Economy, atau memperkuat ekonomi Masyarakat Adat demi kehidupan yang bahagia dan sejahtera di kampung.

“Kedaulatan pangan hanya bisa terwujud kalau kita berdaulat di wilayah adat kita.”

Bagi KUMA Tawaang, penguatan ekonomi Masyarakat Adat tidak hanya berkaitan dengan pendapatan. Kemampuan menghasilkan pangan sendiri dan saling membantu dalam pekerjaan pertanian merupakan bagian penting dari kehidupan di kampung.

Panen padi Masri secara gotong royong memperlihatkan bagaimana anggota berbagi tenaga untuk membantu satu sama lain. Sementara itu, pemeliharaan ikan mas menjadi usaha bersama yang hasilnya digunakan untuk pangan sekaligus menambah pemasukan.

Rencana panen ikan berikutnya pada Desember juga mengikuti siklus pertanian. Ketika anggota kembali memasuki musim menanam padi, ikan yang masih dipelihara akan dipanen untuk kebutuhan bersama maupun dijual.

Melalui kegiatan ini, KUMA Tawaang menghubungkan gotong royong, produksi pangan, dan usaha ekonomi dalam kehidupan sehari-hari di kampung. Penguatan ekonomi dibangun melalui kemampuan anggota menghasilkan pangan, bekerja bersama, serta mengelola sumber daya yang ada di wilayah adat.

Wuwuk, October 5, 2026 — Members of KUMA Tawaang worked together on Monday, October 5, to help Masri Rondonuwu harvest his rice. On the same day, members also harvested some of the carp collectively raised by KUMA Tawaang as part of its community food and livelihood activities.

The rice belongs to Masri Rondonuwu. KUMA Tawaang members joined the harvest as a form of collective work and mutual support among members in the village.

After the rice harvest, members also harvested some of the carp raised by KUMA Tawaang. Some of the fish were cooked and eaten together, while another portion was sold.

Not all of the carp were harvested. Some remain in the pond and will continue to be raised until the next harvest, planned for December 2026 during the rice-planting season.

This means that the carp provide food for members to share while also generating income from the portion that is sold. The fish that remain will continue growing until the next harvest.

Kalfein Wuisan described the activity as part of Strengthening Indigenous Peoples’ Economy to support happy and prosperous lives in the village.

“Food sovereignty can only be achieved when we have sovereignty over our Indigenous territories.”

For KUMA Tawaang, strengthening the Indigenous economy is not only about income. The ability to produce food locally and support one another in agricultural work is an important part of life in the village.

The collective harvest in Masri’s rice field shows how members share their labour to support one another. At the same time, collectively raised carp provide both food and additional income.

The next fish harvest in December is also connected to the agricultural cycle. When members enter the next rice-planting season, the remaining carp will be harvested for shared consumption or sale.

Through these activities, KUMA Tawaang brings together collective work, food production, and community-based economic activity. Strengthening the Indigenous economy means building the ability to produce food, work together, and manage resources within Indigenous territory.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.

Mari bekerja dari kampung, untuk masa depan.Let us work from the village, for the future.

Hubungi KUMA Tawaang untuk kolaborasi yang menghormati hak Masyarakat Adat, keputusan komunitas, pengetahuan, wilayah adat, dan pembagian peran yang adil.Contact KUMA Tawaang for collaboration that respects Indigenous rights, community decisions, knowledge, customary territory, and fair roles.

Buka halaman kontakOpen contact page