KUMA Tawaang Buka Lahan Cabai: Dari Tanah Keluarga, Menguatkan Ekonomi Komunitas

Wuwuk, 2 Mei 2026 — KUMA Tawaang kembali melakukan kegiatan produktif melalui pembukaan lahan untuk ditanami cabai. Kegiatan ini dilaksanakan di lahan milik salah satu anggota KUMA Tawaang, Clief Rumengan, sebagai bagian dari upaya memperkuat pertanian lokal dan ekonomi Masyarakat Adat berbasis kerja bersama.

Sejak pagi, anggota KUMA Tawaang mulai bekerja di lahan yang akan dipersiapkan untuk penanaman cabai. Mereka membersihkan area, merapikan tanah, dan menyiapkan lahan agar dapat digunakan sebagai kebun produktif. Kegiatan ini dilakukan dengan semangat mapalus, yaitu kerja saling membantu yang menjadi kekuatan sosial Masyarakat Adat Wuwuk.

Pembukaan lahan ini menjadi salah satu langkah KUMA Tawaang dalam mengembangkan unit pertanian, khususnya tanaman cabai yang memiliki nilai ekonomi cukup baik di pasar. Cabai dipilih karena termasuk kebutuhan pangan harian masyarakat dan memiliki peluang usaha yang dapat membantu pendapatan anggota.

Bagi KUMA Tawaang, kegiatan ini bukan hanya tentang membuka lahan baru. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi bagian dari proses membangun kemandirian ekonomi dari tanah yang dimiliki anggota sendiri. Lahan keluarga tidak dibiarkan kosong, tetapi diolah bersama agar dapat menghasilkan manfaat bagi pemilik lahan, anggota, dan komunitas.

Menurut Clief Rumengan, sebagai pemilik lahan sekaligus anggota KUMA Tawaang, kegiatan ini memberi semangat baru bagi anggota untuk kembali melihat tanah sebagai sumber kehidupan dan kekuatan ekonomi.

“Saya senang karena lahan ini bisa dikerjakan bersama oleh KUMA Tawaang. Tanah yang sebelumnya belum dimanfaatkan dengan baik, sekarang mulai dibuka untuk ditanami cabai. Ini bukan hanya untuk saya sebagai pemilik lahan, tetapi juga untuk kita belajar bersama membangun usaha dari kampung,” ujar Clief.

Clief juga menyampaikan bahwa kerja bersama seperti ini penting karena tidak semua anggota mampu mengelola lahan sendiri. Dengan adanya KUMA Tawaang, pekerjaan yang berat dapat dilakukan secara kolektif.

“Kalau dikerjakan sendiri, membuka lahan itu berat. Tapi kalau dikerjakan bersama dengan semangat mapalus, pekerjaan menjadi lebih ringan. Dari sini kita bisa lihat bahwa kebersamaan itu memang masih menjadi kekuatan masyarakat,” tambahnya.

Melalui kegiatan ini, KUMA Tawaang ingin menunjukkan bahwa ekonomi Masyarakat Adat dapat dibangun dari hal-hal yang dekat dengan kehidupan sehari-hari: tanah, tenaga, bibit, pengetahuan lokal, dan kerja bersama. Pertanian cabai menjadi salah satu jalan untuk memperkuat pendapatan anggota, sekaligus menjaga hubungan masyarakat dengan tanahnya.

Kegiatan pembukaan lahan di lahan Clief Rumengan ini juga menjadi bagian dari model ekonomi terpadu KUMA Tawaang. Dalam model tersebut, pertanian, peternakan, perikanan, dan usaha pangan lokal tidak berjalan sendiri-sendiri, tetapi saling mendukung. Hasil dari kebun cabai nantinya dapat menjadi bagian dari penguatan ekonomi anggota dan kelompok.

Selain memiliki nilai ekonomi, kegiatan ini juga menjadi ruang belajar bagi anggota KUMA Tawaang. Melalui proses membuka lahan, menyiapkan tanah, menanam, merawat, hingga panen nanti, anggota dapat belajar langsung tentang pengelolaan pertanian yang lebih terencana.

KUMA Tawaang melihat bahwa membangun ekonomi komunitas tidak harus selalu dimulai dari modal besar. Ia bisa dimulai dari lahan anggota, kerja bersama, dan kemauan untuk mengolah sumber daya yang sudah ada. Dari satu lahan cabai, harapan ekonomi dapat mulai ditanam.

Kegiatan pada 2 Mei 2026 ini menjadi langkah kecil tetapi penting dalam perjalanan KUMA Tawaang untuk membangun kemandirian ekonomi Masyarakat Adat. Dari tanah anggota, KUMA Tawaang sedang menumbuhkan semangat untuk mengelola sumber daya sendiri, memperkuat anggota, dan membangun ekonomi dari kampung.

Dengan semangat mapalus, KUMA Tawaang terus bergerak menuju masyarakat yang berdaulat secara politik, mandiri secara ekonomi, dan bermartabat secara budaya.

KUMA Tawaang: Berdaulat, Mandiri, Bermartabat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.

Mari bekerja dari kampung, untuk masa depan.

Hubungi KUMA Tawaang untuk kolaborasi, pertukaran pengetahuan, kunjungan komunitas, pendidikan, publikasi, dan dokumentasi.

Hubungi melalui email